Category Archives: Uncategorized

Kominfo Janjikan Regulasi IoT Terbit Akhir Tahun 2018

Kominfo Janjikan Regulasi IoT Terbit Akhir Tahun 2018

Komplogy – Indonesia mulai memasuki era Internet of Things (IoT) di mana segala perangkat akan tersambung lewat koneksi internet. Operator seluler juga mengklaim sudah siap untuk menyongsong era IoT ini. Kendati demikian, regulasi yang mengatur IoT ini ternyata belum kunjung disahkan.

Salah satu regulasi yang ditunggu oleh pihak
Industri adalah frekuensi untuk perangkat Low Power Wide Area di
frekuensi tak berizin di frekuensi nsi 919-925 MHz. Direktur
Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika, Mochamad Hadiyana berharap
regulasi akan disahkan akhir tahun ini.

“Saya sampaikan bahwa
regulasi berupa persyaratan teknis LPWA akan selesai secepatnya. Insya
Allah akhir tahun ini,” kata Hadiyana di bilangan Kuningan, Jakarta
Selatan, Selasa (28/8).

Hadiyana mengaku draft regulasi sudah
dikirimkan ke Bagian Hukum Kominfo. Kemudian nantinya Biro Humas akan
mempublikasikan ke situs Kemkominfo. Ia berharap nantinya para pemangku
kepentingan bisa memberikan masukkan kepada draft itu.

“Saat ini
draft regulasi sudah dikirimkan ke Bagian Hukum untuk diajukan
konsultasi publik kepada Biro Humas. Saat draft dipublikasikan oleh Biro
Humas pada website Kemkominfo saya berharap para pemangku kepentingan
dapat memberikan masukan atas draft tersebut, ” ungkapnya.

Hadiyana mengatakan pihaknya akan melakukan uji coba yang untuk frekuensi tak berizin ini. Pasalnya frekuensi ini berdekatan dengan frekuensi operator seluler sehingga akan mengganggu sinyal operator tersebut. tekno gadget

Hasil uji coba ini akan langsung dituangkan
ke draft regulasi. Hadiyana mengatakan akan melakukan uji coba setelah
Asian Games berakhir. Pasalnya operator seluler saat ini sedang fokus ke
Asian Games.

Hadiyana memastikan tidak akan ada aturan Tingkat
Kandungan Dalam Negeri (TKDN) terkait perangkat IoT dalam regulasi.
Pasalnya menurut Indonesia IoT Forum, pada tahun 2022 pangsa pasar 
perangkat IoT berada di angka Rp56,1 triliun dari jumlah pangsa pasar
IoT yang bernilai Rp444 triliun.

“Alasannya bahwa potensi
perolehan revenue dari perangkat  IoT kecil, jauh lebih kecil
dibandingkan gabungan aplikasi (Rp192,1 triliun) dan platform (Rp156,8
triliun),” kata Hadiyana.

Dalam kesempatan  yang sama Dirjen
Aplikasi dan Informatika Semuel Arbijani Pangerapan mengatakan dalam
regulasi juga terdapat peraturan standarisasi perangkat. Peraturan ini
akan membuat skala ekonomis perangkat IoT tinggi. 

“Kalau ada standar, akhirnya mencapai
economic  of scale. Standarnya seperti ini. Contohnya tadi perangkat
sensor yang digunakan standarnya seperti apa. Supaya bisa saling ngobrol
soal IoTnya, kalau tidak ya tadi ekonominya akan lebih mahal,” kata
Semuel.

Senada dengan Hadiyana, Semuel mengatakan regulasi ini
membutuhkan feedback berupa pendapat dari para pemangku kepentingan.
Semuel mengakui pemerintah membutuhkan pendapat dari para pemangku
kepentingan yang ahli di bidang IoT.

” Disusun bersama sama komunitas atau stakeholder yang menekuni IoT. Pemerintah tidak tahu semuanya. Kita hanya mendorong, mengatur dan fasilitasi tapi harus diputuskan dengan stakeholder yang menekuni bidang IoT,” kata Semuel. Berita Teknologi

Ada Yang Spesial Dari Xiaomi Mi 8X?

Ada Yang Spesial Dari Xiaomi Mi 8X?

Komplogy – Xiaomi Mi 8 SE yang dirilis pada akhir Mei lalu menjadi ponsel pertama yang menggunakan prosesor Snapdragon 710. Kini kabarnya Xiaomi berencana kembali menggunakan prosesor anyar tersebut untuk perangkat kelas atas berikutnya.

Bos HMD Pamerkan Ponsel Nokia yang Belum Dirilis

Bos HMD Pamerkan Ponsel Nokia yang Belum Dirilis
Komplogy – Ponsel yang belum siap dirilis ke pasaran dan masih berbentuk purwarupa biasanya disembunyikan dari pandangan publik. Disimpan rapat-rapat oleh perusahaan pembuatnya.
Namun, Juho Sarvikas, Chief Product Officer HMD Global selaku pemegang lisensi merek ponsel Nokia justru mengambil langkah sebaliknya.