Waspadai SQL Injection, Awal Mula Peretasan Kartu Kredit

Waspadai SQL Injection, Awal Mula Peretasan Kartu Kredit

Komplogy – Aksi peretasan kartu kredit sebenarnya bukan aksi kriminal siber baru. Berbagai macam aksi peretas untuk membobol kartu kredit telah dilakukan lebih dari satu dekade.



Namun,
baru-baru ini ada aksi peretasan yang dilakukan oleh dua mahasiswa asal
Indonesia terhadap pengguna kartu kredit yang mayoritas berdomisili di
Australia.

Aksi peretasan tersebut dimulai dari aksi pencurian
data dari SQL Server e-commerce Australia dengan SQL Injection. Pengamat
Teknologi Informasi dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengungkapkan
awalnya SQL Server akan discanning, jika sistem keamanan lemah, maka
peretas akan mendapatkan data yang bisa diolah.

“SQL Injection sendiri dalam hal ini hanya memberikan data tidak langsung. Sehingga peretas tidak mendapatkan data kartu kredit dengan SQL Injection,” jelas Alfons kepada Komplogy, Rabu (29/8). tekno gadget

Secara teori, SQL Injection merupakan aksi
peretasan pada keamanan komputer dan masuk ke dalam basis data di
sistem. Sedangkan SQL Server merupakan sistem manajemen database yang
dibuat untuk aplikasi arsitektur server atau klien baik perangkat lunak
dan perangkat keras.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber
(Dittipidsiber) Mabes Polri menangkap dua orang peretas pencurian kartu
kredit melalui aksi peretasan. Aksi peretasan dilakukan terhadap kartu
kredit yang berada di Australia.

Ada sekitar 4.000 kartu kredit yang dikumpulkan tersangka dan sebanyak sembilan kartu telah digunakan untuk berbelanja. Total kerugian dari kasus ini mencapai sekitar AUS$20 ribu atau sekitar Rp215 juta. Berita Teknologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *